3 Penyebab Pelamar Kerja di Backlist Perusahaan

Andrie K.

auqri.com - Anda sudah melamar pekerjaan diberbagai perusahaan, akan tetapi tidak ada kelanjutan ataupun kabar dari lamaran yang Anda ajukan. Jangankan untuk panggilan interview,  dikontak saja pun tidak. 

Mungkin Anda pernah berpikir hal-hal seperti itu, bahkan hal inipun tidak Anda sadari bahwa hal-hal yang pernah Anda lakukan sebelumnya itu bisa membuat Anda dibacklist oleh perusahaan. 

3 Penyebab Pelamar Kerja di Backlist Perusahaan

Saat ini mencari lowongan pekerjaan untuk lulusan baru / freshgraduate dan berpengalaman sudah sangat mudah, hampir setiap hari lowongan kerja tersedia diberbagai platform baik itu secara online ataupun offline. 

Akan tetapi masih banyak dari pelamar kerja ini melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, akan tetapi tetap dilakukan. Hal inilah yang akan menjadi masalah besar, dan membuat berkas lamaran Anda tidak akan diproses karena reputasi atau track record Anda yang buruk. 

Penyebab Pelamar Kerja di Backlist Perusahaan

Hal-hal dibawah ini mungkin tidak Anda sadari, dan sering kali Anda lakukan pada setiap lamaran-lamaran kerja di perusahaan yang Anda tuju. Berikut diantaranya ialah

1. Data Lamaran Palsu

Dalam melamar sebuah pekerjaan pastikan data yang Anda berikan adalah data yang sesuai dan benar. Apalagi jika Anda melamar di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, seperti gojek, tokopedia, blibli, shopee, atau startup-startup ternama lainnya. 

Sebaiknya hindari untuk memalsukan data diri dalam Curriculum Vitae (CV) atau resume, karena biasanya pihak perekrut atau HRD itu tahu bagaimana cara mengetahui apakah data yang dicantumkan itu benar atau bohong. 

Cantumkan saja apa yang sudah Anda lakukan, skil-skil yang Anda bisa, lalu pengalaman kerja atau organisasi yang pernah Anda ikuti kedalam CV/Resume Anda. Pastikan pula apa yang Anda cantumkan itu berkaitan dengan posisi yang Anda lamar. 

2. Tidak Memenuhi Panggilan Interview

Dalam proses rekruitmen pihak perekrut atau HRD biasanya sudah memilah mana yang terbaik dari yang terbaik. Jika Anda sudah dihubungi oleh perekrut dan telah setuju terkait jadwal wawancara / interview, pastikan Anda datang tepat waktu, menggunakan pakaian yang rapi, dan telah mempersiapkan segala halnya. 

Akan tetapi ada saja pelamar kerja yang sudah setuju untuk jadwal interview, tetapi di hari-H malah tidak hadir, atau bahkan tidak memberi kabar lebih lanjut kepada pihak HRD jika ada halangan. 

Hargailah waktu perekrut yang sudah memberikan waktu kosong kepada Anda untuk melamar kerja diperusahaannya. Anda adalah orang terbaik yang berhasil lolos dari orang-orang terbaik yang mungkin tidak terpilih.

3. Melakukan Resign Tanpa Memberi Kabar

Walaupun Anda sudah tidak nyaman atau tidak ingin bekerja di perusahaan, pastikan proses resign sesuai dengan aturan perusahaan. Tidak asal keluar atau tidak masuk kerja tanpa ada kabar lebih lanjut.

Hal inipun bisa berdampak besar, Anda akan di backlist oleh perusahaan karena tidak adanya iktikat baik dari Anda untuk bekerja ataupun resign.  

Inilah penting bagi Anda dalam melamar sebuah pekerjaan, Anda perlu memperhatikan bagaimana etika yang baik. Jangan sampai hanya menuruti ego Anda sendiri malah berdampak pada karir yang Anda miliki. 

Yuk kurangi hal-hal yang tidak perlu, semangat cari kerja!

Comments

31 Comments

  • Alvi Suryani
    Berarti poin yang ke-3 ini harus ada surat keterangan kerja dari perusahaan lama yaa.

    Tapi ada beberapa perusahaan yang nggak mau mengeluarkan surat tersebut, gimana dong.
    • Andrie K.
      Pastikan saat ingin mengajukan resign itu memiliki alasan yang jelas, dan setidaknya ada beberapa kontribusi yang bisa Anda berikan pada perusahaan. Hitung-hitung itu menjadi pekerjaan terbaik dan terakhir di perusahaan yang Anda tempati saat ini.

      Jika Anda resign dengan baik-baik, pasti akan diterima dengan baik-baik pula. Pengalaman pekerjaan di perusahaan itu bisa menjadi bekal di perusahaan selanjutnya.
  • HendraDigital
    Selama ini saya selalu ikutin rules setiap perusahaan dalam melamar kerja, tapi ya itu, kadang terlalu di PHP in. Saya mah udah sering dipehapein, wkwkwkwk... Saya juga selalu liat profil perusahaannya, kalo abal-abal atau penipu, saya nggak akan asal ngelamar aja, tapi amsyong.
  • FreeBlog
    faktor kurang goodloking apakh tidak termasuk pak
  • Kangg Mas Joe
    Naaah, itu.. apabila hendak resign. Baiknya memberi kabar. Jangan hilang begitu saja. Sebab kita masuk dengan cara baik-baik, pun keluar dengan cara baik-baik..
  • Rudi Chandra
    Makasih buat infonya Mas, jadi emang harus lebih hati-hati, karena kita yang butuh pekerjaan tersebut.
  • celotehnur54
    Ulasan yang bermanfaat. Untuk apa memalsukan data, nanti kalau ketahuan, malu sendiri. Selamat malam Mas Andri. Terima kasih telah berbagi.
  • kuanyu
    bisa jadi informasi nih bagi pelamar kerja agar tidak melakukan hal-hal di atas
  • Imawati A. Wardhani
    Ya ngeri banget sih kalo sampe perusahaan nerima orang yang ngisi data palsu. Kalo tiba-tiba orangnya kriminal apalagi psycho kan bisa gonjang ganjing tuh perusahaan. Paling bener emang jujur dan ngikutin apa yang dipersyaratkan perusahaan.
  • Ditya Pandu
    Informasi seperti ini yang penting diketahui bagi pencari kerja. Terlebih sekarang ini lowongan kerja lumayan sulit
  • Tetty Hermawati
    wah dimana2 etika memang penting ya, segimanapun pinter atau berprestasi, kalau etikanya minus, bahkan kejegal buat ngelamar kerja
  • Gustyanita Pratiwi
    sangat bermanfaat untuk para pekerja fresh grad nih mas andrie, supaya tahu unggah ungguhnya dunia pekerjaan, terlebih kita pun harus bisa menjaga sikap utamanya di dunia digital ini karena bertingkah dikit bisa kena blacklist hehe
  • Reyne Raea / Rey
    ada juga gitu ya yang nekat ngelamar kerjaan dengan data palsu ya, nggak takut akhirnya diterima, trus didiskualifikasi karena datanya boong apa ya? :D
    • Vicky Laurentina
      Ku heran sama mereka yang ngelamar kerja pakai data palsu itu. Kalau bohongnya ketahuan, kan personal branding-nya yang jadi korban. Sayang ah sama masa depan, kalau umurnya masih panjang.
  • Keke Naima
    3 poin itu berkaitan dengan attitude, ya. Kalau udah dinilai gak bagus memang berpotensi bisa kena blacklist
  • Tanza Erlambang - Sawan Fibriosis
    tips berharga untuk pelamar kerja.....
  • Munasyaroh Fadhilah
    Diantara susahnya nyari kerja, sayang banget klo ada panggilan terus diabaikan. Kalau sudah diblacklist tambah bebannya
  • prim.
    Menambahkan mas, jaman sekarang HRD itu udah pinter-pinter untuk ngecek background si pelamar apalagi seperti halnya blogger, HRD itu juga punya komunitas sendiri yang memungkinkan mereka saling berbagi informasi.
  • Mutia Ramadhani
    Data lamaran palsu mah kasus banget ya itu mba. Menuntut HRD yang profesional. Kasus kayak ijazah palsu dan sebagainya ini banyak ditemukan di Indonesia.

    Resign tanpa memberi kabar ini juga jadi trackrecord buruk bagi pelamar kerja. Soalnya saya yakin HRD sekarang udah terintegrasi. Mereka punya database karyawan dan eks-karyawan.
  • Mechta
    Terima kasih Kak..tips2nya sangat berguna untuk yg sedang mencari pekerjaan. Bisa nih kuteruskan ke ponakan2 yg fresh graduate
  • Eri Udiyawati
    Dulu pada saat saya awal-awal kerja, saya sering ngebantu HRD buat misah-misahin dokumen lamaran yang bagus dan tidak. Dan beneran lho, HRD itu tahu, ijazah asli dan palsu, sayangnya mereka masih ada yang memalsukan ijazah, kan bikin rugi diri sendiri.
  • Adinda Tami
    saat melakukan hal apapun, intinya kejujuran nomor satu ya kak.. jaman sudah canggih segala hal bisa dilacak.. kan malu kalau ketahuan bohong
  • Ciani Limaran
    Ada juga nih yg sering masukin lamaran, eh pas dipanggil interview ga datang. Kesel banget kan, hhee.
  • Wiwid Nurwidayati
    Ngeri banget nih klo sampai diblacklist. Kita memang harus beradab klo mau dihargai ya termasuk dalam dunia kerja.
  • Bunsal
    Syukurlah, sekian kali jadi pekerja, proses dari memulai sampai mengakiri termasuk bisa sesuai standar umum.
    Jadi, semoga tidak masuk sebagai jenis pekerja yang diblack list. Aamiin
  • Antung apriana
    wah ada juga ya kasus pelamar diblacklist sama perusahaan. berarti perusahaan punya tracking juga ya terhadap para pelamar yang mengajukan lamaran ke tempat mereka
  • Nabilla DP
    aku cant relate nih kak karena belum pernah kerja kantoran. tapi ngeri juga ya kalau sampai kena blacklist perusahaan.. kadang orangnya kan gatau juga kalau masuk ke daftar hitam gitu
  • fanny_dcatqueen
    Apalagi kalo kerja di bank, trus pernah melakukan fraud di tempat sebelumnya, itu lupain aja melamar di bank manapun, Krn data2 nya udah pasti disebarkan ke seluruh HRD bank manapun se-Indonesia raya. Ga akan bisa kerja di bank lagi atau perusahaan keuangan manapun. melakukan fraud, udah dianggab kredibilitas dan integritasnya nol. Sementara kerja di bank, integritas itu penting .
  • Afif Dalma
    amit-amit deh jangan sampe di blacklist sama perusahaan.. beberapa temenku sering ngelakuin poin yg ke-3 tapi tetep aja gak kapok haha
  • Lailatul Istiqomah, S.M
    Bahaya banget kalau melamar kerja tapi datanya palsu ya kak. Karena melamar kerja emang bukan untuk maen maen.
  • Asih Mufisya
    Duh jangan sampai jadi pelamar yang di backlist perusahaan deh, bakalan rugi sendiri nantinya. Karena biar bagaimana pun menjaga nama baik diri sendiri tetap penting adanya.
Cancel

Dilarang meninggalkan link aktif didalam komentar atau diskusi blog. Terima kasih sudah berkunjung.